CORAM DEO
“Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!”
(Mazmur 115:1)
Bacaan: Mazmur 115:1-18
“Hidup terintegrasi dengan INJIL” Prinsip hidup ber-Coram Deo itu penting, karena akan selalu mengingatkan kita bahwa kehidupan iman kita sebagai umat Allah harus terintegrasi dengan kehidupan nyata, bukan terkotak-kotak. Artinya, iman kita harus terintegrasi ke dalam seluruh aspek kehidupan kita, baik itu keluarga, pekerjaan, studi dan lainnya. Kita melakukan pekerjaan kita adalah bagi Allah dan untuk kemuliaan Allah. Dengan kata lain, hidup ber-Coram Deo adalah mengupayakan diri untuk selalu menyadari kehadiran Tuhan dan kita senantiasa berusaha secara intensional atau disengaja untuk terus menerus hidup dalam persekutuan atau relasi dengan Tuhan dan mengintegrasikan hubungan kita dengan Tuhan ke dalam setiap aspek kehidupan kita.
Dasar untuk mengintegrasikan iman dan aktifitas pekerjaan kita adalah kebenaran Injil, bahwa seluruh area bumi adalah milik kepunyaan Allah. Seorang petani yang bekerja diladang, seorang ibu yang menyusui bayinya dan mengerjakan pekerjaan rumah, seorang tukang sapu di jalan atau seorang tukang kayu dan bangunan dan pekerjaan lainnya, semua pekerjaan itu harus mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Artikel “Got Questions” menulis;
“Menjalani hidup di hadapan Tuhan (Coram Deo) adalah konsep Alkitabiah, karena Tuhan ada di mana-mana dan melihat setiap tindakan dan pikiran kita (Mazmur 139:1-4, 7-10). Karena Tuhan menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya (Yesaya 43:7), maka hidup kita seharusnya dijalani untuk Dia dan kemuliaan-Nya.”
Seperti yang tertulis dalam Mazmur 115:1, “Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!” Hidup dalam Coram Deo berarti mengakui bahwa Tuhan adalah tujuan hidup kita; kita tidak hidup untuk mendapatkan persetujuan, pengakuan, atau kekaguman dari orang lain (Galatia 1:10). Karena hanya Tuhan yang telah menebus kita dari dosa kita, maka hanya Dia yang layak menerima segala kemuliaan dan pujian (Kisah Para Rasul 4:12; Titus 3:5). Dengan demikian, menghadirkan Kristus dalam segala aktifitas kita berarti kita harus mengintegrasikan seluruh aktifitas hidup yang kita jalani dengan Injil.
Doa: Tuhan Yesus, bimbing pikiran dan hati kami, dan tuntun langkah kami agar kami senantiasa menghadirkan Engkau, sehingga setiap orang dapat mengenal dan memuliakan-Mu, amin. (gian)
Bacaan Alkitab
Kejadian 43-45
