BUKAN SEKEDAR NGUMPUL
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
(Kisah Para Rasul 2:42-45)
Bulan lalu beberapa di antara kita mengikuti IDMC Live Relay, di mana pastor Randy Pope menyampaikan satu hal yang sebenarnya sudah kita pahami dan ketahui, tetapi sering kita abaikan, tidak mau tahu yaitu komunitas. Ketika gereja menyadari hal ini maka pertumbuhan dan pemuridan akan benar-benar terjadi. Namun, penting untuk kita sadari bahwa komunitas bukan hanya soal relasi atau kedekatan saja, melainkan juga soal kebenaran dinyatakan. Tanpa kebenaran, komunitas hanya menjadi sekedar kumpul. Mungkin ada obrolan, canda, bahkan kedekatan secara sosial tercipta. Tetapi jika tidak ada firman Tuhan yang dibagikan, tidak ada doa yang dinaikkan, dan tidak ada Kristus yang menjadi pusat disana, maka komunitas itu tidak berbeda dengan perkumpulan biasa. Hangat, tetapi tidak mengubahkan, ramai tetapi tidak bertumbuh.
Sebaliknya, Alkitab memberikan gambaran yang jelas tentang jemaat mula-mula. Mereka bukan hanya berkumpul, tetapi bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dalam persekutuan, dalam memecahkan roti, dan dalam doa. Artinya, kehidupan mereka tidak berhenti pada kebersamaan secara sosial, tetapi bergerak menuju kedalaman rohani. Relasi mereka dibangun di atas iman, bukan sekadar kenyamanan. Lebih dari itu, kebersamaan mereka menghasilkan dampak yang nyata. Mereka saling peduli, saling berbagi, dan hidup dalam kesatuan. Kasih bukan hanya diucapkan, tetapi terlihat dalam tindakan sehari-hari. Inilah komunitas yang hidup komunitas yang menghadirkan Tuhan di tengah-tengahnya.
Karena itu, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk melangkah lebih dalam. Komunitas rohani bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi tempat bertumbuh bersama. Tempat di mana firman mengoreksi dan menguatkan, doa saling menopang, dan kasih dinyatakan secara nyata. Akhirnya, mari kita membangun komunitas yang benar bukan hanya ramai, tetapi hidup, bukan hanya dekat, tetapi bertumbuh, bukan hanya bersama, tetapi berpusat pada Kristus. Karena di situlah gereja menjadi seperti yang Tuhan inginkan. (gn)
Doa: Tuhan, ajarkan kami saling menguatkan dan bertumbuh bersama dalam kasih-Mu. Biarlah setiap kebersamaan kami berpusat pada-Mu. Amin
Bacaan Alkitab
Ibrani 1-6
