Luk 2:8-9, 15-20
8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan…20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Renungan
Para gembala adalah sekelompok orang yang termasuk di dalam kaum marginal, yaitu orang-orang yang dipandang remeh dalam masyarakat pada budaya Israel di jaman itu. Para gembala ini biasanya tidak mendapatkan perhatian khusus dari para pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan dalam kehidupan bermasyarakat di masa itu. Sehingga, kita bisa berkata bahwa mereka sudah terbiasa menjadi orang-orang yang dilupakan dan diabaikan karena status pekerjaan mereka yang dianggap remeh. Konteks budaya ini sangat penting untuk kita memahami karya Allah yang dengan sengaja mengutus sangat banyak malaikat, kepada para gembala. Peristiwa ini pasti merupakan unforgettable moment untuk para gembala. Karena, mereka pasti menyadari ketidak pantasan mereka untuk menerima perbuatan dan kabar baik dari Allah melalui para malaikat.
Perbuatan dan kabar baik yang Allah nyatakan kepada para Gembala, ternyata membawa perubahan hidup yang signifikan dalam diri para gembala. Dari pribadi yang dianggap remeh, menjadi pribadi yang bernilai karena memiliki pengalaman indah dari Allah. Itulah sebabnya mereka tidak sungkan bersaksi tentang kabar dari malaikat kepada Yusuf dan Maria. Mereka juga memuji dan memuliakan Allah dalam perjalanan pulang mereka. Semua itu terjadi karena Allah merancang perbuatan dan berita baik bagi para gembala, menjadi pengalaman indah yang tidak terlupakan.
Kisah masa lalu ini masih dapat terjadi di jaman ini. Allah yang sama masih bekerja melakukan dan memberitakan kebaikan bagi orang-orang yang dianggap remeh oleh dunia ini. Bedanya, bila dulu Allah mengutus para malaikat, saat ini Allah mengutus kita untuk memberikan pengalaman indah bagi orang-orang yang biasa dilupakan dan diabaikan tersebut. Maka, mari renungkan, maukah anda, keluarga anda, komsel anda, menjadi ‘malaikat’ yang Allah utus bagi para ‘gembala’ di jaman ini? Ingat, Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan. -WS
Bacaan Alkitab
Amos 4-6
Amsal 29:21-22