89Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman- Mu tetap teguh di sorga. 90Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada. 91Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau. (Mazmur 119:89-91)
Bacaan Alkitab
Yehezkiel 43-45
Pada awal Perang Dunia Kedua, pemboman udara meratakan sebagian besar wilayah Warsaw, Polandia. Banyak puing-puing bangunan dan pecahan kaca berserakan di setiap sudut kota. Namun di bagian tengah kota terdapat sebuah bangunan yang telah hancur namun masih berdiri. Gedung ini merupakan markas besar dari British and Foreign Bible Society. Pada bagian dinding yang masih berdiri ada sebuah kalimat yang masih terpampang jelas. Kalimat itu adalah perkataan Yesus dalam Matius 24:35, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”
Sang pemazmur dengan yakin mengakui akan hal ini ketika ia berkata, “Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di sorga” (Mazmur 119:89). Kalimat ini menyatakan sebuah keyakinan bahwa firman Tuhan tidak hanya abadi, tetapi juga bersifat kekal dan tidak terpengaruh oleh waktu. Ini menunjukkan bahwa firman itu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan sendiri. Tidak ada kekuatan di bumi atau di surga yang bisa mengubah atau membatalkan apa yang telah diucapkan oleh Tuhan. Hal ini juga tentu berlaku terhadap janji-janji-Nya. Bahwa janji Tuhan itu tidak akan pernah gagal dan tetap berlaku dari masa lalu hingga sekarang dan selamanya.
Karena firman Tuhan kekal maka itu berarti firman Tuhan tetap relevan bagi setiap generasi, tidak peduli seberapa banyak dunia ini berubah. Firman yang sama yang memberi kekuatan dan arahan kepada para nabi, raja, dan umat Tuhan di masa lalu adalah firman yang sama yang menuntun kita hari ini. Ini adalah sumber penghiburan dan kekuatan bagi kita, karena kita tahu bahwa kita tidak sendirian dalam perjalanan iman kita; kita dibimbing oleh firman yang kekal.
Ketika kita menghadapi ketidakpastian hidup, marilah kita berpegang pada firman Tuhan yang kekal dan tidak pernah berubah. (ayt)