TUHAN (Prinsip 5) Bacaan: Mazmur 119:18
Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Bukalah mataku, sehingga aku boleh melihat hal-hal ajaib dari taurat-Mu. Celikkanlah mataku supaya dapat kupandang akan segala ajaib taurat-Mu
Bacaan Alkitab
Yeremia 33-34
Amsal 25:23-24
Mengggali Firman Tuhan. Mempelajari firman Tuhan dapat diilustrasikan dengan seseorang yang sedang menambang emas. Jika kita adalah seorang yang tipenya tidak suka bekerja keras dan hanya mengerjakan asal-asalan dan santai, maka kita akan mendapatkan sedikit butiran emas. Namun sebaliknya, jika kita kerja keras dengan berusaha menggali maka kita akan mendapatkan hasil yang lebih besar untuk upaya yang kita lakukan. Demikian juga dalam memaknai firman Tuhan, jika kita melakukannya dengan asal-asalan, maka kita mendapatkan pemaknaan yang dangkal, namun sebaliknya jika kita melakukan dengan sungguh-sungguh, kita akan mendapat pengertian yang mendalam. “Singkapkanlah mataku” bukan saja menjadi doa bagi pemazmur namun juga sebuah komitmen yang kuat untuk mempelajari firman Tuhan. Pemazmur menyadari, dirinya sangat terbatas untuk memahami firman Tuhan, dan ia meminta kepada Allah (dalam doa) agar dapat memberikan pencerahan dan pengertian dengan apa yang ia baca sehingga ia semakin kagum dan hormat akan keajaiban-keajaiban kasih Tuhan.Terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari (BIS) menuliskan “Bukalah mataku supaya aku melihat ajaran yang mengagumkan dalam hukum-Mu”
Kita melihat bagaimana pemazmur memiliki tekad yang kuat untuk belajar dan menggali kebenaran Firman yang menjadi penuntun jalan hidupnya agar senantiasa menyenangkan hati Tuhan. Keputusan untuk mempelajari firman disertai dengan komitmen yang kuat untuk melakukannya. Inilah yang menjadi prinsip yang kelima dalam memaknai firman Tuhan, yaitu tekad dan komitmen yang konsisten. Dalam beberapa Minggu ini kita sudah diajarkan beberapa metode untuk mempelajari atau menggali Firman Tuhan yang sangat membantu kita dalam memaknai kebenaran serta mengaplikasikan kebenaran firman di dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja kita akan belajar secara progresif, khususnya dengan prinsip-prinsip dalam menggali firman Tuhan yang akhirnya menjadi sebuah pola atau habit bagi kita di saat kita sedang membaca, mempelajari dan merenungkan Firman.
“Membangun pemaknaan yang baik akan Firman TUHAN sangatlah penting agar apa yang kita pahami selaras dengan apa yang TUHAN kehendaki atas hidup kita” Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk memiliki tekad dan komitmen yang kuat dalam mempelajari firman-Mu, amin. –GIAN